Minggu, 07 Maret 2010

Konsep Dasar Registry Bag 1"

Oleh : MeltDown
Ditulis pada : 10-July-09




Pada judul ini (secara bersambung) akan dibahas secara tuntas mengenai pemahaman mendalam tentang registry. Bersyukurlah jika anda banyak menghafal perintahnya, dan sekarang saatnya untuk anda memahami maksud dari angka-angka yang merupakan nilai dari perintah. Anda tentu tau bahwa di registry itu terdapat perintah NoFolderOptions ??. Saya yakin untuk anda yang cukup hobby menyembunyikan data akan mengetahui perintah tersebut.
Disebutkan bahwa jika NoFolderOptions bernilai 1 (satu) maka Folder Options tidak dapat diakses, namun jika bernilai 0 (nol) maka dapat diakses. Kenapa demikian ? … dan Kenapa NoFolderOptions harus berjenis Dword Value ? ... Lets Play from beginning..

Prepare
Registry merupakan pembahasan yang selalu menarik untuk dibedah. Sampai hari masih berseliweran berbagai pertanyaan yang nyasar ke email untuk sekedar mengetahui fungsi suatu perintah registry.
Dari berbagai email tersebut, dan juga dari berbagai pertanyaan yang tertampung dalam diskusi, sepertinya ada unsure ke-engganan ketika ingin memahami registry yang sesungguhnya. Kebanyakan yang ingin diketahui hanyalah suatu perintah dengan efek secara langsung. Misalnya, bagaimana men-disable CMD, disable registry, pengalihan target, dan berbagai manipulasi lain yang semuanya (nyaris) hanya berupa perintah untuk dihafalkan. Padahal bukan itu inti registry. Itu hanyalah sebagian hal kecil saja dari rahasia registry.
Dan memang untuk memahami hal yang sebenarnya, dibutuhkan berbagai bidang ilmu sebagai prepare.

Regedit (Registry Editor) bukan Registry
Banyak yang masih menganggap bahwa registry adalah regedit, begitu juga sebaliknya. Ini jelas harus dibantah secara tegas. Regedit itu sama sekali bukan registry. Regedit (Registry Editor) adalah aplikasi built-in yang disediakan windows untuk melakukan editorial registry.

Suatu ketika, dalam suasana diskusi, pernah ditanyakan begini : “Bisakah kita mengakses registry suatu harddisk (yang terinstall windows) dari harddisk lain (sebagai slave di harddisk yang aktif) ??” … waktu itu hampir semuanya menjawab “Tidak bisa”. Alasannya, karena registry hanya bisa diakses oleh harddisk itu sendiri.

Hal ini tentu saja keliru. Bahkan sangat keliru. Jika kita harus kembali ke makna registry, maka registry itu merupakan suatu ruang penyimpanan database untuk segala kegiatan di Windows. Tri Amperianto (my once lovely writer) menyebutkan dalam beberapa episode bukunya dengan bahasa sama (manipulated by me), “Registry adalah ruang penyimpanan hierarki database di windows”.
Microsoft (dalam Help-nya) menyebutkan : “Windows stores its configuration information in a database called the registry”, kemudian dilanjutkan dengan keterangan :

Registry is a database repository for information about a computer's configuration. The registry contains information that Windows continually references during operation, such as:
  1. Profiles for each user.
  2. The programs installed on the computer and the types of documents each can create.
  3. Property settings for folders and program icons.
  4. What hardware exists on the system.
  5. Which ports are being used.
The registry is organized hierarchically as a tree and is made up of keys and their subkeys, hives, and value entries.

Karena registry adalah database, maka tentu saja dapat diakses dari program manapun yang memang ditentukan untuk dapat berfungsi mengaksesnya. Seperti halnya database MYSQL yang dapat diakses oleh banyak program (bukan hanya PhpMyadmin), misalnya ada Mysql-Front, SQL Browser dll.
Nah, registry-pun sama, dapat diakses oleh program apapun yang memang dirancang untuk editorialnya, misalnya IceSword, TuneUp Utilities dll.

0 komentar:

Posting Komentar