| Konsep Dasar Registry Bag 1" | |||
| Oleh : MeltDown Ditulis pada : 10-July-09 | |||
Disebutkan bahwa jika NoFolderOptions bernilai 1 (satu) maka Folder Options tidak dapat diakses, namun jika bernilai 0 (nol) maka dapat diakses. Kenapa demikian ? … dan Kenapa NoFolderOptions harus berjenis Dword Value ? ... Lets Play from beginning.. Prepare Registry merupakan pembahasan yang selalu menarik untuk dibedah. Sampai hari masih berseliweran berbagai pertanyaan yang nyasar ke email untuk sekedar mengetahui fungsi suatu perintah registry. Dari berbagai email tersebut, dan juga dari berbagai pertanyaan yang tertampung dalam diskusi, sepertinya ada unsure ke-engganan ketika ingin memahami registry yang sesungguhnya. Kebanyakan yang ingin diketahui hanyalah suatu perintah dengan efek secara langsung. Misalnya, bagaimana men-disable CMD, disable registry, pengalihan target, dan berbagai manipulasi lain yang semuanya (nyaris) hanya berupa perintah untuk dihafalkan. Padahal bukan itu inti registry. Itu hanyalah sebagian hal kecil saja dari rahasia registry. Dan memang untuk memahami hal yang sebenarnya, dibutuhkan berbagai bidang ilmu sebagai prepare. Regedit (Registry Editor) bukan Registry Banyak yang masih menganggap bahwa registry adalah regedit, begitu juga sebaliknya. Ini jelas harus dibantah secara tegas. Regedit itu sama sekali bukan registry. Regedit (Registry Editor) adalah aplikasi built-in yang disediakan windows untuk melakukan editorial registry. Suatu ketika, dalam suasana diskusi, pernah ditanyakan begini : “Bisakah kita mengakses registry suatu harddisk (yang terinstall windows) dari harddisk lain (sebagai slave di harddisk yang aktif) ??” … waktu itu hampir semuanya menjawab “Tidak bisa”. Alasannya, karena registry hanya bisa diakses oleh harddisk itu sendiri. Hal ini tentu saja keliru. Bahkan sangat keliru. Jika kita harus kembali ke makna registry, maka registry itu merupakan suatu ruang penyimpanan database untuk segala kegiatan di Windows. Tri Amperianto (my once lovely writer) menyebutkan dalam beberapa episode bukunya dengan bahasa sama (manipulated by me), “Registry adalah ruang penyimpanan hierarki database di windows”. Microsoft (dalam Help-nya) menyebutkan : “Windows stores its configuration information in a database called the registry”, kemudian dilanjutkan dengan keterangan : “Registry is a database repository for information about a computer's configuration. The registry contains information that Windows continually references during operation, such as:
Karena registry adalah database, maka tentu saja dapat diakses dari program manapun yang memang ditentukan untuk dapat berfungsi mengaksesnya. Seperti halnya database MYSQL yang dapat diakses oleh banyak program (bukan hanya PhpMyadmin), misalnya ada Mysql-Front, SQL Browser dll. Nah, registry-pun sama, dapat diakses oleh program apapun yang memang dirancang untuk editorialnya, misalnya IceSword, TuneUp Utilities dll. | |||
Archives
Diposting oleh M.Hadi Purnomo di Minggu, Maret 07, 2010 0 komentar
TRIK Mengunci Registry Editor dan Membuka Registry Editor yang Terkunci
Registry adalah pusat susunan database yang digunakan oleh Windows 9x ke atas untuk menyimpan informasi maupun mengkonfigurasi perangkat keras, aplikasi, dan sejumlah pengguna atau user. Informasi dari registry terus diakses oleh Windows untuk mengetahui profil pengguna atau user, aplikasi yang diinstal di komputer atau laptop dan dokumen apa saja yang dapat dibuat oleh aplikasi tersebut, pengaturan dari folder dan icon, perangkat lunak yang dipasang, dan port yang sedang dipakai.
Nilai registry dapat diubah melalui Registry Editor atau RegEdit, dengan cara: klik Start > Run > ketik RegEdit > klik OK atau tekan Enter.

Berubahnya nilai registry dapat mengakibatkan sistem operasi tidak berjalan sesuai dengan fungsinya. Maka dari itu untuk melindungi registry supaya tidak diobok-obok oleh tangan-tangan orang jahil, spyware jahat, ataupun virus, kita harus mengunci registry tersebut.
CARA MENGUNCI REGISTRY dengan langkah sbb:
1. Buka Notepad, lalu ketik kode seperti berikut ini:
REGEDIT4
[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\ System]
“DisableRegistryTools”=dword:00000001

2. Simpan dokumen, File > Save As > ketik KunciRegEdit.reg

3. Untuk mengunci registry, double klik file KunciRegEdit.reg yang sudah anda buat tadi.

4. Klik Yes, maka muncul sbb:

5. Klik OK
Dengan demikian registry komputer anda telah terkunci. Untuk mengujinya anda klik Start > Run > ketik RegEdit > klik OK atau tekan Enter.

Apabila registry sudah terlanjur kita kunci, kemudian kita ingin membukanya untuk melakukan modifikasi registry, maka kita harus mengaktifkan kembali registry editor atau regedit tersebut.
CARA MEMBUKA/MENGAKTIFKAN REGEDIT dengan langkah sbb:
1. Buka Notepad, lalu ketik kode seperti berikut ini:
On Error Resume Next
Set WshShell = WScript.CreateObject(“WScript.Shell”)
Wshshell.RegDelete “HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System\Disable RegistryTools”
Wshshell.RegDelete “HKLM\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System\Disable RegistryTools”
Message = “Registry Editor atau RegEdit berhasil dibuka/diaktifkan”
X = MsgBox(Message, VbOkOnly, “OK”)
Set WshShell = Nothing
Set fso = Nothing
[/code]

2. Simpan dokumen, File > Save As > ketik BukaRegEdit.vbs, lalu klik Save

3. Untuk mengunci registry, double klik file BukaRegEdit.vbs yang sudah anda buat tadi.

Dengan demikian registry komputer anda telah dibuka/aktif kembali. Untuk mengujinya anda klik Start > Run > ketik RegEdit > klik OK atau tekan Enter.

Selamat mencoba, semoga berhasil.
Diposting oleh M.Hadi Purnomo di Minggu, Maret 07, 2010 0 komentar